Kamis, 25 Oktober 2007

Saya Benci Kamu!

SAYA BENCI KAMU!


Bila kita mendengar, atau membaca pernyataan di atas, bagaimana reaksi Anda? Atau, apabila Anda mendengar pernyataan tersebut disampaikan kepada orang lain, dapatkah Anda membayangkan perasaan orang yang mengucapkan kalimat tersebut? Ya, dapat dikatakan bahwa pernyataan tersebut mengandung muatan emosi negatif, yang menyebabkan orang yang dituju merasa terluka.


Dalam interaksi kita dengan orang lain, mengungkapkan rasa benci atau tidak suka hanyalah salah satu dari berbagai kemungkinan reaksi kita terhadap perilaku orang lain. Adakalanya kita merasa tidak nyaman dengan perlakuan orang lain, namun tidak jarang kita hanya memendamnya. Pertimbangannya adalah kita merasa sungkan atau kuatir mendapatkan penilaian negatif. Akibatnya, kita merasa terganggu, marah, frustrasi, bahkan bila dibiarkan berlarut-larut, kita merasa tertekan dan depresi, dan hal tersebut akan memberikan dampak yang kurang baik dalam fungsi keseharian kita.


Rasa nyaman dalam berinteraksi dengan orang lain diperlukan agar kita dapat menjalin relasi yang sehat. Agar suatu relasi dapat terbina dengan baik, diperlukan adanya saling menghargai, tidak hanya penghargaan kepada orang lain, namun juga penghargaan terhadap diri sendiri. Keduanya harus memiliki proporsi yang berimbang.


Bila kita cenderung menghargai keinginan dan harapan orang lain namun melupakan bahwa diri kita pun berhak atas penghargaan dari orang lain, maka kita menjadi pribadi yang cenderung submisif. Misalnya, saat menghadapi orang yang meminta bantuan atau memberikan tanggung jawab tertentu – biasanya pasangan, lawan jenis, atasan, senior, atau orang yang lebih tua. Namun walaupun permintaan tersebut di luar kemampuan kita, seringkali kita sulit menolak atau menjawab 'Tidak'. Akibatnya, kita menjadi terbebani dengan hal yang tidak kita inginkan, dan memendam beban itu sendiri karena tidak berani mengungkapkannya. Maksud hati menghargai orang lain, namun diri sendiri yang dirugikan.


Pada situasi yang lain, adakalanya kita merasa perlu menghargai keinginan diri sendiri dan menuntut agar orang lain mau dapat memenuhinya. Tidak jarang kita melampiaskan dorongan perasaan kita dengan cara yang agresif, memaksakan kehendak, mengintimidasi, bahkan menyakiti orang lain. Bentuk lainnya adalah, tidak secara terang-terangan bersikap agresif namun melakukan perilaku agresif yang tidak langsung, misalnya menyindir, bermuka dua, memperlihatkan sikap menerima namun di belakang kita tidak melakukan apa yang diminta, bahkan bersikap ambigu dan manipulatif. Dalam sebuah relasi, hal ini merupakan sesuatu yang tidak sehat karena kedua belah pihak tidak berimbang, sehingga pada akhirnya bahkan keduanya sama-sama merasa tidak nyaman.


Lalu, bagaimanakah kita dapat mengkomunikasikan perasaan, harapan, dan keinginan kita kepada orang lain dengan tepat dan tidak merugikan pihak manapun? Dengan cara bersikap asertif. Asertif adalah kemampuan untuk mengkomunikasikan perasaan dan gagasan positif maupun negatif secara terbuka, jujur, langsung, dan tanpa kekerasan yang merugikan pihak manapun. Sikap asertif memungkinkan kita untuk berkonfrontasi secara positif dan kedua belah pihak menemukan kepuasan dalam penyelesaian sebuah konflik.


Dalam mengkomunikasikan diri secara asertif – mengungkapkan pendapat, menyatakan keberatan, menjelaskan perasaan, menyampaikan keinginan – ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Isi pesan yang ingin disampaikan hendaknya konkrit, obyektif, dan operasional. Jelaskan bagian mana yang tidak kita sukai dan apa alasannya secara jelas serta tidak menghakimi. Misalnya, kita tidak suka apabila ada orang yang merokok di dalam ruangan yang kita tempati, sampaikan keberatan kita secara jelas tanpa bermaksud memarahi atau membenci orang tersebut. Perhatikan bahwa yang menjadi fokus rasa tidak suka kita adalah perilakunya, bukan pelakunya. Selain itu, sikap tubuh, volume dan intonasi suara pun harus mendukung, tidak bernada tinggi, keras, dan bersikap menyerang. Pemilihan waktu dan pengenalan situasi saat menyampaikan pendapat pun dapat menentukan apakah pesan yang ingin disampaikan dapat diterima secara positif atau malah mendapatkan tanggapan yang negatif.


Dalam kaitan dengan komunikasi yang asertif, Thomas Gordon (1984) mengemukakan gagasan tentang "I-message" (Pesan Saya). Ada 4 komponen yang tercakup dalam penyampaian pesan secara asertif, berfokus pada diri dan perasaan kita. Pertama, jelaskan perilaku mana yang kita anggap mengganggu, secara obyektif namun tidak bermaksud menghakimi. Kedua, jelaskan bagaimana perilaku tersebut mengganggu kita. Ketiga, ungkapkan bagaimana perilaku tersebut mengganggu diri kita dan emosi yang muncul akibat perlakuan tersebut. Keempat, sampaikan keinginan kita agar keadaan tidak nyaman tersebut dapat diperbaiki. Sebagai contoh, Anda tidak suka kepada tetangga Anda karena mereka membuang sampah di halaman Anda. "Pesan Saya" dapat disampaikan sebagai berikut: "Saya tidak suka apabila Anda membuang sampah di halaman saya (1), karena halaman rumah saya menjadi kotor (2). Akibatnya saya harus lebih sering membersihkannya dan menjadi kesal (3). Saya harap Anda mempunyai tempat pembuangan sampah sendiri di halaman rumah Anda (4)."


Tidak mudah untuk menerapkan sikap asertif dalam berhadapan dengan orang lain. Budaya kita masih cenderung mengharapkan kita lebih bersikap submisif demi sopan santun atau rasa hormat terhadap pihak tertentu. Penolakan atau bicara apa adanya dapat dianggap sebagai sesuatu yang tidak sopan sehingga sulit bagi kita untuk bersikap jujur dan terbuka dalam mengutarakan sesuatu. Di sisi lain, bisa saja sikap asertif malah mendapatkan tanggapan negatif sehingga sebuah konflik tidak terselesaikan. Misalnya, penolakan terhadap tugas yang diberikan oleh atasan kita akan beresiko pemutusan hubungan kerja. Bila kita tidak siap menanggung resiko tersebut, kita dapat bersikap bijak untuk memilih cara lain untuk menerima keadaan ini. Salah satu caranya adalah dengan menerima tugas tersebut dan mencari bentuk penyaluran stres yang muncul. Pilihannya ada di tangan Anda.



Maria H. Limyati-Wijayanto, M.Si, Psi
Staf Pengajar Fakultas Psikologi Ukrida – Jakarta
Praktek di LPT-UI Salemba Raya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Dimuat di Suara Pembaharuan Hari Kamis, 25 Oktober 2007

Rabu, 24 Oktober 2007

MENANGKAL RASA SAKIT MENJELANG HAID

Daku dapet artikel ini dari internet gara gara teringat istri daku dulu sebelum hamil selalu sakit pada waktu haid. Dan kebiasaan di Indonesia bahwa wanita yang mengalami sakit waktu haid ini tidak berani mengambil cuti yang sebenarnya telah ditetapkan oleh pemerintah & disetujui perusahaan.
Mereka biasanya tidak mau mengambil karena takut diomongin dibelakang, jadi mereka takut dijustifikasi memanfaatkan peluang ini untuk tidak masuk kerja.
NAh dari itulah mungkin bagi para wanita yang mengalami rasa sakit waktu haid dapat memperoleh manfaat melalui artikel ini.


MENANGKAL RASA SAKIT MENJELANG HAID

Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami sindrom pra-menstruasi alias PMS (pre-menstruation syndrome). Gejalanya sangat beragam dan acap kali berbeda antara penderita yang satu dengan yang lain. Ada empat tipe PMS yang masing-masing memiliki gejalanya sendiri. PMS Anda termasuk tipe yang mana? Simak pula diet tepat untuk mencegah sindrom yang menjengkelkan ini.

Setiap menjelang haid, selalu saja Murti merasa pusing dan gampang marah. Sampai-sampai pekerjaan kantornya terganggu kalau ia sedang didera gejala-gejala yang menjengkelkan itu. Yang lebih membuat dongkol, teman-temannya jarang merasakan gejala demikian.


Gangguan kesehatan berupa pusing, depresi, perasaan sensitif berlebihan sekitar dua minggu sebelum haid biasanya dianggap hal yang lumrah bagi wanita usia produktif. Sekitar 40% wanita berusia 14 - 50 tahun, menurut suatu penelitian, mengalami sindrom pra-menstruasi atau yang lebih dikenal dengan PMS (pre-menstruation syndrome). Bahkan survai tahun 1982 di Amerika Serikat menunjukkan, PMS dialami 50% wanita dengan sosio-ekonomi menengah yang datang ke klinik ginekologi.

PMS memang kumpulan gejala akibat perubahan hormonal yang berhubungan dengan siklus saat ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) dan haid. Sindrom itu akan menghilang pada saat menstruasi dimulai sampai beberapa hari setelah selesai haid.

Penyebab munculnya sindrom ini memang belum jelas. Beberapa teori menyebutkan antara lain karena faktor hormonal yakni ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron. Teori lain bilang, karena hormon estrogen yang berlebihan. Para peneliti melaporkan, salah satu kemungkinan yang kini sedang diselidiki adalah adanya perbedaan genetik pada sensitivitas reseptor dan sistem pembawa pesan yang menyampaikan pengeluaran hormon seks dalam sel. Kemungkinan lain, itu berhubungan dengan gangguan perasaan, faktor kejiwaan, masalah sosial, atau fungsi serotonin yang dialami penderita.

Sindrom ini biasanya lebih mudah terjadi pada wanita yang lebih peka terhadap perubahan hormonal dalam siklus haid. Akan tetapi ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya PMS. Pertama, wanita yang pernah melahirkan (PMS semakin berat setelah melahirkan beberapa anak, terutama bila pernah mengalami kehamilan dengan komplikasi seperti toksima). Kedua, status perkawinan (wanita yang sudah menikah lebih banyak mengalami PMS dibandingkan yang belum). Ketiga, usia (PMS semakin sering dan mengganggu dengan bertambahnya usia, terutama antara usia 30 - 45 tahun). Keempat, stres (faktor stres memperberat gangguan PMS).

Kelima, diet (faktor kebiasaan makan seperti tinggi gula, garam, kopi, teh, coklat, minuman bersoda, produk susu, makanan olahan, memperberat gejala PMS). Keenam, kekurangan zat-zat gizi seperti kurang vitamin B (terutama B6), vitamin E, vitamin C, magnesium, zat besi, seng, mangan, asam lemak linoleat. Kebiasaan merokok dan minum alkohol juga dapat memperberat gejala PMS. Ketujuh, kegiatan fisik (kurang berolahraga dan aktivitas fisik menyebabkan semakin beratnya PMS).

Tipe dan gejalanya
Tipe PMS bermacam-macam. Dr. Guy E. Abraham, ahli kandungan dan kebidanan dari Fakultas Kedokteran UCLA, AS, membagi PMS menurut gejalanya yakni PMS tipe A, H, C, dan D. Delapan puluh persen gangguan PMS termasuk tipe A. Penderita tipe H sekitar 60%, PMS C 40%, dan PMS D 20%. Kadang-kadang seorang wanita mengalami gejala gabungan, misalnya tipe A dan D secara bersamaan.

Setiap tipe memiliki gejalanya sendiri. PMS tipe A (anxiety) ditandai dengan gejala seperti rasa cemas, sensitif, saraf tegang, perasaan labil. Bahkan beberapa wanita mengalami depresi ringan sampai sedang saat sebelum mendapat haid. Gejala ini timbul akibat ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron: hormon estrogen terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon progesteron. Pemberian hormon progesteron kadang dilakukan untuk mengurangi gejala, tetapi beberapa peneliti mengatakan, pada penderita PMS bisa jadi kekurangan vitamin B6 dan magnesium. Penderita PMS A sebaiknya banyak mengkonsumsi makanan berserat dan mengurangi atau membatasi minum kopi.

PMS tipe H (hyperhydration) memiliki gejala edema(pembengkakan), perut kembung, nyeri pada buah dada, pembengkakan tangan dan kaki, peningkatan berat badan sebelum haid. Gejala tipe ini dapat juga dirasakan bersamaan dengan tipe PMS lain. Pembengkakan itu terjadi akibat berkumpulnya air pada jaringan di luar sel (ekstrasel) karena tingginya asupan garam atau gula pada diet penderita. Pemberian obat diuretika untuk mengurangi retensi (penimbunan) air dan natrium pada tubuh hanya mengurangi gejala yang ada. Untuk mencegah terjadinya gejala ini penderita dianjurkan mengurangi asupan garam dan gula pada diet makanan serta membatasi minum sehari-hari.

PMS tipe C (craving) ditandai dengan rasa lapar ingin mengkonsumsi makanan yang manis-manis (biasanya coklat) dan karbohidrat sederhana (biasanya gula). Pada umumnya sekitar 20 menit setelah menyantap gula dalam jumlah banyak, timbul gejala hipoglikemia seperti kelelahan, jantung berdebar, pusing kepala yang terkadang sampai pingsan. Hipoglikemia timbul karena pengeluaran hormon insulin dalam tubuh meningkat. Rasa ingin menyantap makanan manis dapat disebabkan oleh stres, tinggi garam dalam diet makanan, tidak terpenuhinya asam lemak esensial (omega 6), atau kurangnya magnesium.

PMS tipe D(depression) ditandai dengan gejala rasa depresi, ingin menangis, lemah, gangguan tidur, pelupa, bingung, sulit dalam mengucapkan kata-kata (verbalisasi), bahkan kadang-kadang muncul rasa ingin bunuh diri atau mencoba bunuh diri. Biasanya PMS tipe D berlangsung bersamaan dengan PMS tipe A, hanya sekitar 3% dari selururh tipe PMS benar-benar murni tipe D.

PMS tipe D murni disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon progesteron dan estrogen, di mana hormon progesteron dalam siklus haid terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon estrogennya. Kombinasi PMS tipe D dan tipe A dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu stres, kekurangan asam amino tyrosine, penyerapan dan penyimpanan timbal di tubuh, atau kekurangan magnesium dan vitamin B (terutama B6). Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 dan magnesium dapat membantu mengatasi gangguan PMS tipe D yang terjadi bersamaan dengan PMS tipe A.

Ada pula kram perut
Pada hari pertama atau satu hari menjelang datang bulan, banyak wanita yang mengeluh sakit perut atau tepatnya kram perut. Gangguan kram perut ini tidak termasuk PMS walaupun ada kalanya bersamaan dengan gejala PMS.

Kram pada waktu haid atau nyeri haid merupakan suatu gejala yang paling sering. Gangguan nyeri yang hebat, atau dinamakan dismenorea, sangat mengganggu aktivitas wanita, bahkan acap kali mengharuskan penderita beristirahat bahkan meninggalkan pekerjaannya selama berjam-jam atau beberapa hari.

Dismenorea memang bukan PMS. Dismenorea primer umumnya tidak ada hubungannya dengan kelainan pada organ reproduksi wanita dan hanya terjadi sehari sebelum haid atau hari pertama haid. Nyeri perut ini juga tidak ada hubungannya dengen PMS yang mulai terasa 10 - 14 hari sebelum haid. Gejala malah hilang begitu haid datang. Kalau dismenorea membaik atau bahkan hilang sama sekali setelah seseorang melahirkan, tidak demikian dengan PMS. Wanita yang pernah melahirkan malah berisiko lebih tinggi menderita PMS.

Untuk mengatasi PMS, biasanya dokter memberikan pengobatan diuretika untuk mengatasi retensi cairan atau edema (pembengkakan) pada kaki dan tangan. Pemberian hormon progesteron dosis kecil dapat dilakukan selama 8 - 10 hari sebelum haid untuk mengimbangi kelebihan relatif estrogen. Pemberian hormon testosteron dalam bentuk methiltestosteron sebagai tablet isap dapat pula diberikan untuk mengurangi kelebihan estrogen. (Dr. Elvina Karyadi, MSc, ahli gizi Masyarakat-SEAMEO Tropmed UI)
http://www.indomedia.com/intisari/1999/Mei/haid.htm


DIET TEPAT MENCEGAH PMS

Pencegahan PMS (sindrom pra-menstruasi) dapat dilakukan melalui diet yang tepat dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

* Batasi kosumsi makanan tinggi gula, tinggi garam, daging merah(sapi dan kambing), alkohol, kopi, teh, coklat, serta minuman bersoda.
* Kurangi rokok atau berhenti merokok.
* Batasi konsumsi protein (sebaiknya sebanyak 1,5 gr/kg berat badan per orang).
* Meningkatkan konsumsi ikan, ayam, kacang-kacangan, dan biji-biji-bijian sebagai sumber protein.
* Batasi konsumsi makanan produk susu dan olahannya (keju, es krim, dan lainnya) dan gunakan kedelai sebagai penggantinya.
* Batasi konsumsi lemak dari bahan hewani dan lemak dari makanan yang digoreng.
* Meningkatkan konsumsi sayuran hijau.
* Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung asam lemak esensial linoleat seperti minyak bunga matahari, minyak sayuran.
* Konsumsi vitamin B kompleks terutama vitamin B6, vitamin E, kalsium, magnesium juga omega-6 (asam linolenat gamma GLA).
Di samping diet, perhatikan pula hal-hal berikut ini untuk mencegah munculnya PMS:
* Melakukan olahraga dan aktivitas fisik secara teratur.
* Menghindari dan mengatasi stres.
* Menjaga berat badan. Berat badan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko menderita PMS.
* Catat jadwal siklus haid Anda serta kenali gejala PMS-nya.
* Perhatikan pula apakah Anda sudah dapat mengatasi PMS pada siklus-siklus datang bulan berikutnya.
http://www.indomedia.com/intisari/1999/Mei/b_haid.htm


KEROKAN "MENOTOK" TITIK AKUPUNKTUR

Misteri kerokan makin lama makin terkuak rahasianya melalui penelusuran titik akupunktur. Terapi tradisional yang secara turun-temurun dilakukan untuk mengusir masuk angin ternyata memang manjur untuk menolak "angin" sampai bikin orang ketagihan.

Di antara sekian jenis gangguan kesehatan, masuk angin termasuk yang paling sering kita derita. Gejalanya antara lain meriang, kepala pening, leher dan pundak pegal-pegal. Banyak yang lalu mengandalkan jejamuan tradisional untuk mengusir "angin" yang telanjur "masuk". Namun, tidak sedikit yang memilih cara tradisional lain yaitu "melukisi" bagian tubuh dengan menggosokkan uang logam dan minyak atau balsam sebagai pelicin. Hasilnya, memang lumayan cespleng asal bukan masuk angin kasip (kronis) yang sudah berat.

Misteri ilmiah kerokan atau kerikan yang sudah berlangsung turun-temurun di kalangan masyarakat kebanyakan ini akhirnya semakin terkuak ketika Dr. Koosnadi Saputra, DSR, melakukan penelitian untuk menelusuri titik-titik akupunktur. Ketua Laboratorium Akunpunktur pada Pusat Penelitian, Pengembangan, dan Pelayanan Kesehatan Depkes RI, Surabaya, ini menuturkan, kerokan sebenarnya salah satu cara untuk menghangatkan bagian tubuh yang digosok-gosok itu.

Ketika orang menderita masuk angin - yang oleh kalangan kedokteran lazim disebut common cold - suhu tubuh bagian belakang turun. Menurut Koosnadi, masuk angin itu terjadi akibat penurunan atau defisiensi energi panas di tubuh bagian belakang. Dengan kerokan suhu bagian itu coba dihangatkan untuk mencapai keseimbangan semula.

Untuk menjelaskan pola keseimbangan itu Koosnadi meminjam konsep dasar pengobatan tradisional (Cina) yang membagi tubuh menjadi bagian tubuh panas (yang) dan bagian tubuh dingin (yin). Bagian yang meliputi kepala serta tubuh bagian belakang. Sementara yin terdapat pada tubuh bagian depan. Menurut konsep yin-yang, orang dibilang sehat bila yin dan yang) tubuh dalam keadaan seimbang. "Kalau tidak seimbang, akibatnya ya sakit. Begitu pula kalau yin defisien, berarti tubuh sakit. Yang terlalu tinggi, yin rendah, sakit juga." jelasnya.

Dalam hal masuk angin, defisiensi panas (yang) atau penurunan suhu tubuh menyebabkan pembuluh darah di kulit tubuh bagian belakang mengalami penyempitan (konstriksi). "Pembuluh darah kulit yang (mengalami) konstriksi memberi reaksi dingin. Konstriksi itu merupakan efek kompensasi. Saat suhu tubuh bagian belakang menurun, otomatis pembuluh darah kulit berkontriksi agar seluruh tubuh tidak dingin," tutur radiolog yang meraih gelar doktor di Universitas Airlangga, Surabaya.

Konstriksi atau penyempitan itu, lanjutnya, bisa mengakibatkan oksigenasi pada permukaan tubuh bagian belakang berkurang. "Kalau oksigenasi pada permukaan tubuh (terutama bagian belakang) turun atau berkurang, sekujur badan terasa sakit. Selanjutnya, muncul gejala bersin pertanda terjadi penurunan temperatur tubuh," tuturnya. Nah, tindakan kerokan bisa mengubah kondisi tubuh yang mengalami defisiensi panas tadi menjadi seimbang.

Menganut hukum Einstein
Dasar pengobatan tradisional, menurut Koosnadi, bersumber pada energi. Energi cuma ada satu, tetapi pola penyakit ada empat yaitu kuat, lemah, panas, dan dingin. Prinsip penyembuhannya adalah mengembalikan energi ke posisi seimbang atau normal. "Kalau kuat dilemahkan, yang lemah dikuatkan, yang panas didinginkan, dan yang dingin dipanaskan. Sehat itu adalah kondisi energi yang seimbang."

Demikian juga dalam kasus masuk angin, pada tubuh bagian belakang (yang) mengalami defisiensi energi. Untuk menyembuhkannya, tubuh harus mengembalikan keseimbangan yang dan yin. Caranya dengan menaikkan suhunya (yang) lewat cara digosok-gosok. Mengurangi yin dengan cara dikompres air dingin, misalnya, memang bisa menjadi seimbang, tetapi tidak berada pada porsi yang normal.
Upaya untuk meningkatkan panas di bagian belakang tubuh bisa berpedoman pada hukum Einstein (E = mC2). Energi atau panas dihasilkan dari gesekan dua benda. Kalau permukaan kulit tubuh digosok-gosok dengan tangan secara cepat, suhu tubuh pun akan meningkat. "Panas yang cukup tinggi menyebabkan terjadinya pelebaran pembuluh darah dalam kulit. Otomatis peredaran darah menjadi lebih lancar dan oksigenasi lebih baik sehingga rasa sakit di tubuh berkurang," jelasnya.

Berhubung gosokan dengan tangan dirasa kurang efektif, orang lalu melakukannya memakai benda tumpul, yang kemudian jamak disebut dengan kerokan itu. Alat untuk menggaruk bisa berupa uang logam, sendok, tulang, atau kayu. Pokoknya, benda tumpul yang tidak melukai kulit.

Lancarnya oksigen yang dibawa darah, tambah Koosnadi Saputra, secara signifikan memperbaiki suhu tubuh. Pembuluh vaskular menjadi lebar, darah mengalir lancar, dan oksigenasi menjadi optimal. Dalam kondisi ini pun timbul reaksi otonomik (simpatik parasimpatik). Saraf otonom pada bagian belakang tubuh juga menjadi seimbang.

Jadi, kerokan merupakan upaya mengusir masuk angin dengan peningkatan panas, dan bukan mengeluarkan atau memasukkan "angin" lewat pori-pori kulit. Bagi masyarakat awam, kerokan sering dipahami sebagai cara untuk "mengeluarkan angin" dari tubuh lewat pori-pori kulit. Padahal, menurut Koosnadi, angin atau udara tidak pernah masuk atau keluar lewat pori-pori. Angin hanya bisa masuk atau keluar lewat organ pernapasan dan pencernaan.

Sebenarnya ada cara tradisional lain untuk meningkatkan suhu permukaan tubuh yaitu dengan membalurkan abu dapur hangat atau param. Kini sedang diteliti pula alat penghangat tradisional Cina bernama moksa yang terbuat dari daun kering tanaman Artemesia vulgaris dari spesies Chrysanthemum. Kompres penghangat itu juga bermanfaat untuk mengusir masuk angin.

Masuk angin gara-gara gentoran angin dingin AC, menurut Koosnadi, tidak perlu diobati. Cukup menggeser tempat duduk, pegalnya akan sembuh. Tapi kalau sudah kronis, perlu perlakuan yang sulit dan mahal, biasanya dengan alat-alat pemanas elektrik. Masuk angin kronis tidak sekadar di bawah kulit tapi sudah sampai ke dalam otot. "Jadi, perlu pemanasan dalam sampai kedalaman 3 - 4 cm di bawah kulit. Itu tidak mungkin dicapai dengan kerokan," kata radiolog yang juga pemerhati masalah pengobatan tradisional.

Ada polanya
Kerokan tidak dilakukan pada tubuh bagian depan (yin). Selain kurang etis, juga kurang berguna. Untuk mengusir masuk angin, yang efektif mengerok daerah yang (bagian belakang tubuh dan kepala atau leher).

Pola umum kerokan biasanya membentuk "garis-garis" lurus dari atas ke bawah dan miring di sisi kiri-kanan ruas-ruas tulang belakang ataupun pada leher bagian belakang. Menurut Koosnadi, itu bukan tanpa alasan. Pada tubuh kita terdapat sekitar 360 titik akupunktur utama yang berhubungan dengan organ penting. Begitu pun pada tubuh bagian belakang, terdapat titik-titik yang berhubungan dengan organ dalam tubuh (organ viscera).

Dengan pola kerokan yang benar, yakni ditarik lurus ke bawah di sisi kanan-kiri ruas tulang belakang, kemudian digeser condong ke arah kiri dan kanan seperti itu, reaksi sepenuhnya dapat dicapai. Dengan kata lain, titik-titik akupunktur dapat dicapai dengan sempurna. Gosokan-gosokan itu mungkin secara tidak sengaja menekan titik-titik akupunktur tertentu di tubuh bagian belakang.

Tindakan kerokan searah yang diulang-ulang merupakan gerakan memperkuat. Sampai sejauh mana kekuatan tekanannya tidak ada batasan tertentu. Yang penting tak sampai melukai. Tiap orang memiliki kepekaan kulit dan daya tahan terhadap rasa sakit yang berbeda-beda. Karena itu, ada yang dikerok pelan saja sudah meringis kesakitan. Tapi tak jarang ada yang justru minta dikerok kuat-kuat sampai bagian kulit merah padam. Padahal tak ada aturan hasil kerokan harus sampai merah darah. Kalau seseorang menderita masuk angin, otomatis permukaan kulit akan cepat memerah jika digosok.

"Dengan digosok atau dikerok, pembuluh darah yang menyempit akan cepat melebar. Terjadi peredaran darah sangat cepat pada bagian yang dikerok sehingga kulit menjadi merah. Ada reaksi zat-zat di jaringan di bawah kulit, sehingga menimbulkan semacam perdarahan di bawah kulit," jelas Koosnadi.

Merangsang keluarnya morfin
Sampai saat ini tidak ditemukan efek sampingan dari kerokan. "Ada yang bilang, kerokan yang dilakukan terus-menerus akan memperlebar pori-pori kulit. Tapi apa sih pengaruh dari pori-pori kulit (yang melebar)?" katanya.

Gosokan pada permukaan kulit merangsang hormon di bawah kulit antara lain prostaglandin (Pg) dan histamin. Trauma pada kulit karena kerokan akan merangsang pengeluaran zat-zat hormon dalam jaringan bawah kulit, selanjutnya akan menimbulkan reaksi lokal. Reaksi lokal meningkatkan vaskularisasi pada bagian yang dikerok. Pengeluaran hormon juga akan menimbulkan peningkatan aliran darah kulit.

Selain itu, menurut Koosnadi, kerokan membuat orang ketagihan. "Kalau suatu jaringan kulit mendapat perlakuan kerokan, akan timbul reaksi jaringan. Bisa reaksi lokal atau yang bersifat neural (saraf). Reaksi lokal terlihat langsung, misalnya warna merahnya kulit. Kerokan dengan intensitas kuat dan frekuensi rendah mengenai titik-titik saraf yang menghubungkan ke otak sehingga otak mensekresikan hormon endomorfin (ada beta endorfin, dinorfin, dan enkepalin).

Reaksi lokal membuat tubuh merasa enak. Sementara B-endorfin menimbulkan rasa nyaman karena endorfin merupakan zat yang dapat menghambat maupun menghilangkan rasa nyeri. Adanya zat-zat itu dalam darah menyebabkan penderita merasa lebih enak dan segar. B-endorfin juga merangsang organ viscera, terutama paru-paru dan jantung, sehingga penderita bisa bernapas lebih enak dan lega, serta peredaran darah menjadi lebih baik.

"Yang menimbulkan ketagihan pada kerokan kemungkinan zat morfin (endorfin) itu. Padahal, tujuan tubuh mengeluarkan zat morfin hanya untuk reaksi lokal. Karena terus-menerus dan melebihi batas kebutuhan, tubuh penderita merasakan enak dan nyaman. Jadinya, ya, ketagihan."

Bukan kemasukan angin
Bila ditelusuri, penyebab masuk angin sebenarnya ada dua kategori yakni penyebab dari luar dan dalam. Angin merupakan salah satu penyebab luar. Penyebab dari dalam biasanya karena kebiasaan, kelainan organ-organ dalam, atau kelainan bawaan.

Istilah masuk angin tidak diartikan bahwa angin benar-benar masuk ke dalam tubuh. Kondisi yang sebenarnya adalah, "(Tiupan) angin menyebabkan suhu tubuh menurun. Karena bagian belakang terkena angin, maka yang turun - temperatur turun - dan terjadilah (apa yang kita sebut) masuk angin," tuturnya.

Peristiwa itu berbeda dengan pengaruh hawa dingin yang mengenai seluruh tubuh. Pengaruh suhu udara di sekitar diterima secara seimbang oleh seluruh tubuh, baik bagian belakang maupun depan. Artinya, kalau suhu udara turun, temperatur seluruh badan pun akan ikut turun. Sementara, paparan angin umumnya cuma mengenai salah satu sisi badan sehingga bagian itu saja yang turun suhunya. "Jadi, wajar kalau orang lantas menyebutnya 'masuk angin' walau tak ada angin yang masuk," ujarnya.

Masuk angin akut lebih mudah dikenali, dengan tanda bersin-bersin dan pilek. Namun, bila masuk angin tidak disadari dan berlangsung terus-menerus, bisa menimbulkan rasa sakit yang kronis. Paling sering terjadi adalah nyeri leher dan pundak gara-gara AC.

Masuk angin juga bisa menyebabkan perut kembung, karena di bagian belakang tubuh terdapat titik-titik yang berhubungan dengan organ dalam. Namanya titik asosiasi organ dalam. "Nah, kalau titik-titik itu dirangsang, organ dalam ikut kena. Ini bisa dibuktikan dengan menyuntikkan bahan radioaktif, yang selanjutnya akan masuk ke organ dalam," tuturnya.

Sekarang, boleh simpan baik-baik uang logam Anda yang pinggirnya licin, siapa tahu nanti bisa untuk kerokan kalau terkena masuk angin. (A. Hery Suyono)
http://www.indomedia.com/intisari/1999/Mei/kerokan.htm

Ke MAtaram Lombok

Surabaya, 27 September 2007

Perjalanan menuju ke Mataram – Lombok

Berangkat dari kantor jam 09.45 mampir dulu di rumah untuk mengambil 1 tas trolly dan 1 tas ransel yang berisi keperluan kerja nanti di mataram.
Perjalanan ke adi sucipto jogjakarta sedikit agak ramai lalu lintasnya, namun memang seperti itu keadaannya sehari - hari, sehingga nyampai di bandara adisucipto jam 11.30 Setelah cek in lalu keluar lagi untuk makan siang, pilihan daku ke rumah makan padang. Baru kali ini daku makan di rumah makan padang itu, ternyata makanannya tidak seenak rumah makan padang yang lainnya. Ayam popnya tidak berasa bumbunya, jadi dingin dingin aja, apalagi gurih, jauuhh deehh. Daku cuman mikir, ada juga yah rumah makan padang yang tidak enak?

Sehabis makan, daku masuk lagi, setelah menunggu sebentar, pesawat batavia dari pontianak sudah mendarat. Singkat cerita, daku boarding, eehh begitu duduk ternyata tempat duduknya sempit seperti lion air gitu, trus lebih parahnya lagi, pegangan tangan ternyata copot, sehingga terlihat rangka aluminiumnya. Waahh bobrok amat pesawatnya. Ibu ibu dibelakang seat daku, ngomel ngomel pada waktu mau duduk. Dia komplen ke pramugaranya, yang sempet daku dengar, dia bilang bahwa dia ketua asosiasi ticket pesawat gitu, tapi entah di surabaya ato di jogjakarta. Daku sih cuek aja, abis nguantukk berat siihh.
Pada waktu take off, sepertinya pesawat kurang stabil, tapi entah karena pilotnya entah karena pesawatnya, berasa banget susah naiknya, malah seringnya naik dikit, turun lagi, naik, turun lagi, jadi untuk mencapai ketinggian yang stabil membutuhkan waktu yang cukup lama rasanya. (Jadi inget naik pesawat merpati baling baling waktu ke padangsidimpuan hehehee)
Pada waktu tengah perjalanan, begitu pesawat ketemu awan yang sedikit menggumpal, pasti goyang, iihh menakutkan juga nih naek batavia. Jadi inget lagi, dulu pernah dari jakarta naek batavia, tapi ternyata disediain pesawatnya bali air, trus daku komplen ama pramugaranya, dia bilang batavia air dengan bali air itu sama koq pak. Hihihiii ternyata dalam dunia penerbanganpun dikenal adanya lempar melempar penumpang kayak bus umum ato metromini heheheee.....
Trus tiba waktunya akan landing di juanda, eehh ketemu lagi awan yang lebih tebal dari tadi, secara mendadak pesawat langsung terguncang & tiba tiba turun seperti kena hampa udara gitu rasanya. Duuhhh ini naik bus kota ato pesawat siihh?
Namun proses landing cukup mulus, karena panjangnya landasan di juanda. Tapi yang membuat daku berpikir adalah sayap dari pesawat seperti yang dipunyai lion dulu, yaitu bagian depan yang bisa ditarik turun, sedangkan yang belakang statis, cuman beberapa bagian yang bisa dinaikkan untuk menyalurkan udara dari depan keatas.
Jadi system pengeremannya adalah dari depan dihalangi dengan sedikit bagian depan sayap yang diturunkan & bagian belakang sayap pesawat dinaikkan sehingga otomatis udara yang lewat dari depan akan menekan pesawat kearah bawah, sehingga terjadi pengereman. Namun bukan itu pada inti dari yang ingin daku ceritakan, yang terpikir pada waktu itu adalah jangan jangan pesawat ini beli dari lion, soalnya beberapa kali naik lion sayapnya sudah tidak seperti ini lagi, tapi model yang biasa dipakai boeing 737.

Terlepas dari semuanya, daku tetap bersyukur karena bisa mendarat dengan selamat di juanda, masih nunggu cek in jam 15.30 untuk penerbangan lanjutan ke mataram. Kenapa daku mau pakai batavia, itu gara-garanya, pada waktu nanya biro travel di jogja, dibilang kalau pesawatnya boeing 737-400 yang seharusnya menurut daku cukup lumayan & nyaman untuk penerbangan, ternyataaa.......

bersambung...

Petugas Ticketing Lion

Petugas Ticketing Lion Air by phone
Juanda, 1Agustus 2007

Ini pengalaman istri daku dengan bagian ticketing lion air via telpon. Bermula dari pengecekan di websites lion air, penerbangan jakarta solo jam 15.00 sore dapet harga 319.000, trus ngcek lagi jakarta mataram, kemudian kembali lagi ngcek jakarta solo, eehh harganya menjadi 369.000, trus ngcek jakarta jogja, lalu kembali ngcek jakarta solo lagi, eeehladalaaa harganya jadi 399.000 trus langsung saja istri daku telpon ke lion air buat booking, tapi dikasih harga 419.000, tapi belum deal kayaknya. Istri daku bilang 30 menit yang lalu harganya 319.000, oleh bagian ticketingnya dijawab emang cepet sekali perubahannya. Trus beberapa menit kemudian istri daku telpon lagi dan ternyata harganya menjadi 469.000, trus ditanya koq harganya berubah terus dalam hitungan menit siihh? Dia jawab emang harganya berubah terus karena fuelsurcharge untuk bahan bakar naik dari 40.000 menjadi 60.000 looo… apa hubungannya yaa….? Trus belum lagi dikasih batas untuk pengambilan tiketnya hanya 30 menit, waahhh daku bilang permainan marketingnya nggak cantik tuh.

Akhirnya istri daku telpon ke biro travel & bisa dapet harga 399.000 dengan time limit s/d tgl 3 agustus 2007, naahh beda banget kaann…?
Emang daku bisa mengerti sih pihak lion air, pingin kepastian tiketnya terjual dengan harga tinggi secepatnya. Dengan demikian keuntungan lebih besar & kepastian seat yang terjual terjamin.

Naah itulah salah satu bentuk praktek marketing yang sudah umum terjadi dinegri ini. Praktek marketing yang sama sekali jauh dari cantik & cerdas. Daku tidak mengerti apakah hal ini disebabkan karena memang petugas tersebut tidak kompeten dibidangnya ataukah tekanan arahan dari bosnya untuk dapat menjual setinggi-tingginya & secepat-cepatnya ( berorientasi full keuntungan saja ), tanpa memperhitungkan citra/imej dari maskapai penerbangan tersebut.
Faktor lainnya mungkin adalah gaji yang kecil & pendapatan dari bagian ticketing adalah komisi dari setiap ticket yang dapat dia jual.
Ataukah mungkin gabungan dari ketiga hal tersebut diatas yang menyebabkan praktek2 marketing seperti ini? Teing aahh….

Lain lagi pengalaman daku & juga istri dengan maskapai penerbangan sriwijaya. Kalau by phone nanya ke sriwijaya air, entah itu 2 minggu sebelum hari H atau 1 minggu sebelum hari H, bahkan 1 hari sebelum hari H, jawaban yang keluar dari petugas ticketingnya adalah “seatnya tinggal 1 ( satu )” hahahaaaa….

Emang aneh2 trik2 marketing di dunia penerbangan, tapi semuanya jauh dari smart, padahal daku pikir orang yang kerjanya berkaitan dengan dunia penerbangan itu pinter2 looo…. Ternyataaa….. jauuhhh meeennn….

Monggo silahkan bagi pemerhati dunia marketing memberi pencerahan bagi kita2 yang tidak tahu ini.

Efisiensi biaya yg salah kaprah

Pengalaman perjalanan Solo – Jogja – Surabaya - Palangkaraya yang melelahkan, tidak efisien & efektif
Juanda, 1 Agustus 2007

Hari ini daku berangkat dari jogja dengan lion air jam 06.00 wib menuju surabaya, tujuannya sih ke palangkaraya. Sebenarnya sih lebih enak via jakarta, karena dari solo bisa naik sriwijaya jam 07.50 wib ke jakarta, trus dilanjutkan jam 10.05 ke palangkaraya. Tapi berhubung diputuskan oleh bos dengan masukan dari rm, maka ditetapkan lewat surabaya, jadi lebih capek & lebih lama nyampenya. Bayangin aja jogja surabaya penerbangan jam 06.00 trus surabaya palangkaraya penerbangan 13.45 wib, yaahh nggak efektif banget kaann? Sebenarnya sih jatah dari solo ke surabaya lewat darat, tapi dengan penerbangan jam 13.45 wib, takut nggak keburu apalagi dengan adanya lapindo yang membuat jalurnya amburadul. Mungkin pertimbangannya sudah untung dikasih tiket pesawat, hlaa kalau mau saklek juga sih daku lebih suka darat, karena kalau lewat darat, berarti daku berangkat dari solo tgl 31-7-07 malam jam 22.00 wib, trus nginep dulu dihotel, baru siangnya berangkat ke bandara, jadi kan nggak capek seperti sekarang kan? Tapi yaahh nasibnya anak buah ya begini ini…. :D :p

Perhitungan itu baru dari segi waktu yang ditempuh, coba sekarang kita berhitung total biaya yang dikeluarkan.
Sriwijaya Solo – Jakarta – Palangkaraya pp totalnya 1.779.000 belum airport tax 30.000 x 2 ditambah airport tax di palangkaraya 25.000. Jadi total biaya yang harus dikeluarkan adalah 1.864.000
Sedangkan kalau dari jogja – surabaya – palangkaraya pp totalnya adalah 1.558.000 belum termasuk airport tax surabaya 30.000 x 2 ditambah airport tax palangkaraya 25.000. Karena daku berangkatnya pagi, maka masih harus ditambah biaya makan pagi plus minum dari pagi sampai siang selama menunggu di bandara juanda totalnya adalah 58.000+20.000=78.000
Total keseluruhannya adalah 1.558.000+163.000=1.721.000
Apabila untung ruginya diperhitungkan sbb :
1. via surabaya : biaya 1.864.000 plus biaya kehilangan waktu kerja per jam 200.000/8=35.000 x 5 jam = 175.000, sehingga total biaya sesungguhnya adalah 1.721.000+175.000=1.896.000 plus capek selama menunggu 5 jam di bandara juanda ( belum tahu rumusan utk translate capek ke rupiah heheheee ).
2. via jakarta : biaya 1.864.000 dan tidak ada waktu tunggu yang abnormal plus keuntungan dapat waktu kerja di palangkaraya lebih banyak, karena selisih waktu tiba di palangkaraya adalah 2 jam.

Hehehheee kelihatan jelas kan biaya sesungguhnya yang harus dikeluarkan?

Kembali ke penerbangan via jogja tadi, daku harus berangkat dari solo jam 04.00 wib, tapi jam 02.30 daku dah bangun, kemudian tidur lagi dan jam 03.00 bangun lagi, tidur lagi dan bangun tepat alarm hp bunyi yang menunjukkan pukul 03.25 wib.
Ngilangin ngantuk bentar dengan duduk2 & nyalain tv, kemudian baru nyalain pompa air untuk mengisi bak mandi. Setelah mandi, tak berapa lama sopir kantor nyampe untuk menjemput daku.
Hhhmm hari ini surprise bener, karena pesawat lion air JT560 itu duiingin banget, sampe2 bule cewek yang ada didepan seat daku juga kedinginan & matiin angin ac yang ada diatas kursi sebelah daku, padahal emang udah mati sih, tapi saking kedinginannya si bule sampe2 nyoba2 diputer, hlaaa ya malah nyala & malah kuenceng anginnya, trus diskusi ama bule cowoknya, baru dimatiin lagi, heheheeeeeee ada juga bule yang oon yaa? ;)

Trus nyampe di juanda jam 06.50 wib, daku ngambil bagasi trus tanya ke ruang batavia disitu, bisa ndak langsung check in sekaligus nanya kalau dari pengambilan bagasi itu, daku harus jalan kemana, abis bandaranya baru sih, apalagi daku dah lama nggak terbang via surabaya lagi, sekaligus pengalaman pertama ganti penerbangan di juanda ini.

Karena lapar, daku makan di café. Setelah makan, perhatian daku tertuju pada seorang pengunjung, bapak2, pake topi & pesen kopi hitam.
Yang menarik perhatian daku bukan karena bapak2 pake topi itu, tapi cara minumnya.
Cara minumnya itu yaa..., kopi dituang ke piring tatakannya, trus disruput. Waahh udah luama sekali daku tidak pernah menjumpai orang minum kopi dengan cara seperti ini.
Cara minum bapak tadi mengingatkan daku waktu kecil. Waktu dibuatin kopi oleh ibu, biasanya kan ngambil dari ceret yang baru saja mendidih, sehingga uapnya sampai mengepul. Naahh karena masih panas mongah2 itulah, maka cara minumnya dengan menuang kopi itu ke piring tatakannya, trus ditiup pelan2 & disruput, slruupp... slruuupp.. nyam nyam nyammm sedaaappp... segeerrr....

Duh... ngomong2 daku masih nunggu lama nih di juanda, soale penerbangan jam 13.45 wib ke palangkaraya.
Dah dulu yaa...mo tiduran nih, sampe jumpa ditulisan berikutnya.... sori kalo nulisnya acak adul heheheee.....

Hotel Masa Depan

Hotel Masadepan
Palangkaraya, 2 Agustus 2007

Ini pengalaman nganyelke, pingin mo marah tapi menggelikan di hotel batu suli tempat daku menginap, ceritanya begini :
Pagi ini daku pindah kamar karena selain kamar kecil juga kamar yang ditempati oleh auditor akan kosong. Oleh karena itu kita ngomong ke resepsionisnya kalau kita pindah dari kamar 205 ke kamar 119 tersebut.
Akhirnya daku pindahin tas trolly, handuk & pakaian kotor ke kamar 119.
Pakaian kotor daku tempatin di tempat yang dipakai buat laundry sedangkan aqua & minuman lainnya daku masukin ke kulkas.

Pas daku pulang jam 20.30, alangkah terkejutnya daku, karena kamar yang daku kunci 2 kali puter koq cuman 1 kali puter udah kebuka?
Trus didalem kamar juga dalam kondisi sudah bersih, tapi bau seperti got begitu. Alangkah kagetnya setelah melihat tas trolly tidak ada dikamar, trus dicari di almari juga nggak ada, malah daku buka kulkas, minumanpun tidak ada satupun.
Waahh langsung saja daku telpon ke resepsionisnya, eehhh alangkah terkejut & pingin marahnya daku mendengar jawaban dari resepsionis yang selalu menjawab laporan daku itu dengan “ …. Ya nggak tau yaa pak… “
Duuhh dah esmossi banget mendengar jawaban seenaknya seperti itu, tapi untung masih bisa mengendalikan diri. Akhirnya resepsionis itu bilang “ ... sebentar kita tanya ke office boynya dulu...”

Singkat cerita, daku melihat seorang office boy membuka bekas kamar yang daku tempati sebelumnya & mengeluarkan tas trolly, oooaallaaa... ternyata office boynya tanpa order & tanpa ngomong2 mindahin tas & semuanya ke kamar 205 lagi.... weee hladalaaa.... hebat sekali office boynya berani begitu, wuih payah pisan. Tapi yaa lega deh tas sudah kembali & minuman juga sudah ada dikulkas.
Setelah 15 menit perginya office boy tersebut, daku baru ngeh kalau baju kotor daku tidak ada, langsungg aja daku telpon resepsionis tadi & kali ini resepsionisnya udah lebih pinter daripada tadi. Dia bilang akan mengecek ke office boynya tadi. Bener juga, ternyata pakaian kotor itu sudah dicuci, & diserahkan kembali ke daku, cuman daku cium2, kayaknya cuciannya bau minyak tanah. Ya sudahlah, yang penting semuanya telah kembali utuh.

Itulah pengalaman daku kali ini di palangkaraya.

Otda yg membahayakan NKRI

Denpasar, 3 oktober 2007

Beberapa hari yang lalu, daku mendengar berita bahwa di serang, banten rame dilakukan penggerebekan yang dilakukan oleh satpol pp terhadap para pedagang yang tetap berjualan pada siang hari, meskipun warung tersebut telah ditutup dengan kain.
Didalam berita tersebut diceritakan bahwa banten adalah salah satu propinsi yang menerapkan syariat islam didalam pemerintahannya.
Daku tidak tahu selain aceh dan banten ini, mana lagi propinsi yang menerapkan syariat islam didalam pemerintahan daerahnya.
Memang ini konsekuensi dari otonomi daerah yang telah diterapkan di negara kesatuan republik indonesia ini.
Ngomong ngomong mengenai otda ini, pada waktu awal awal penerapan otda ini, banyak sekali peraturan peraturan daerah yang seenaknya saja diterapkan didaerah tersebut, terutama mengenai perijinan. Pasti perusahaan perusahaan yang berurusan dengan perijinan didaerah pada awal awal penerapan otda dibuat pontang panting ngurusinnya.

Namun bukan itu yang ingin daku ungkapkan. Daku berpikir, para pendiri indonesia ini kan sudah menetapkan NKRI sebagai dasar negara, karena memang beraneka ragam budaya, adat, daerah, agama, suku maupun ras yang ada di negara ini. Sehingga NKRIlah yang paling cocok untuk diterapkan didalam negara kita ini.
Tapi koq dalam perkembangannya, para pemimpin kita kurang peduli dengan NKRI ini yah, paling tidak ini uneg uneg daku saja melihat perkembangan demokrasi kita sekarang ini. Orang bilang demokrasi itu kebebasan, tapi kebebasan yang kebablasan menurut daku. Daku lebih cocok dengan konsep demokrasi yang dahulu, yaitu demokrasi adalah bebas terbatas, setiap orang bebas terhadap dirinya sendiri, namun tetap dibatasi oleh kebebasan individu orang lain juga. Jadi tidak seenaknya bebas menurut diri sendiri, tapi bebas yang juga menghargai kebebasan orang lain.
Saking salah kaprahnya konsep demokrasi ini, sampai sampai masuk ke pemerintahan daerah, sehingga pemerintah daerah dengan bersenjatakan otda, menerapkan peraturan peraturan yang hanya menekankan pada suku tertentu yang mengklaim sebagai pribumi daaerah tersebut, atau agama mayoritas didaerah tersebut.
Padahal keindahan indonesia ini kan dari keberagamannya, baik ragam bahasa, adaat istiadat, budaya maupun agamanya bahkan ras.
Siapakah nantinya yang akan menghargai keberagaman indonesia ini apabila otda tidak bisa diintervensi oleh pemerintah pusat? Adakah yang prihatin dengan negara kesatuan republik indonesia ini saat ini?
Semoga para pemimpin nasionalis kita masih punya gigi untuk tetap menegakkan eksistensi NKRI saat ini.